7 Tanda Orang Bermental Lemah

“Mental lemah bikin kamu tidak bisa diandalkan…”

7 Tanda Orang Bermental Lemah

Orang bermental lemah tidak akan kuat berada dalam lingkungan dan organisasi manapun. Dia ini gampang menyerah dan orang-orang disekitarnya tidak ada cocok dengannya dalam hal apapun. Orang yang bekerja sama dengannya juga pasti akan terbebani karena dia tidak bisa diandalkan.

Di bawah ini adalah 7 tanda paling mencolok orang bermental lemah. Coba deh kamu cek, apakah kamu juga seperti ini atau tidak. Semoga bukan kamu, ya!

1. Gampang Tersinggung Jika Ada yang Membicarakanmu Di Belakang.

dramabeans-ae2dae4332eb45b6644581abb961e9aa-750x500-8ad76481af01719143fb1c0d000ba3b9.jpgdramafever.com

Orang bermental lemah itu gampang tersinggung. Kamu akan merasa bahwa tidak seharusnya mereka melakukan itu denganmu. Kamu terluka padahal ini bukanlah hal besar. Intinya, kamu gampang tersinggung dengan hal-hal sepele.

2. Kamu Menganggap Orang Lain Harus Menjaga Perasaanmu.

hxmin-tumblr-a1e308f8db80e610d25af6585b6f7bdd-83dec6ad06ff7592ede8729719e6f90b.jpgdramabeans.com

Pokoknya orang lain harus mengerti bagaimana kamu, tanpa sadar kamu juga sering tidak mengerti orang lain. Yang harus kamu sadari adalah tanggung jawab mereka bukanlah untuk menyenangkan dirimu dan sebaliknya.

3. Kamu Akan Langsung Menyerah Dengan Pekerjaanmu Kalau Terjadi Sesuatu yang Membuatmu Kecewa.

dramabeans-2-c0456f25c23a66d61ddbd84fe27da30e-dc9cdc32d73cb45f8af4f86f89acdf56.jpgdramabeans.com

Orang bermental lemah kalau dibiarkan akan menjadi amatir. Kamu akan meninggalkan pekerjaanmu atau tanggung jawabmu dengan mudah hanya karena ada yang membuatmu kecewa. Entah itu atasan atau teman, kamu tidak bisa menahan diri untuk tidak berhenti.

4. Kamu Merasa Kamu Bisa Diandalkan, Padahal Tidak.

enjoykoreawith-blogspot-4-5e6fca2e0981d6069b138866626fc7a5-447786b1c115a5c01fb4853748a12337.jpgkdramalove.com

Kamu menganggap karena tanggung jawabmu banyak artinya kamu bisa diandalkan. Padahal kamu tidak. Kamu tidak bisa diandalkan dan tanpa sadar pekerjaan yang kamu lakukan tidak pernah terselesaikan.

5. Kamu Terlalu Fokus Dengan Dirimu Sendiri.

enjoykoreawith-blogspot-2-8ace1504c82f7b4318c9819bdb931ecd-f439617bf9c48fc0f780857d6b648ae0.jpgdramafever.com

Yang penting tidak sakit, yang penting tidak ada yang mengecewakanmu. Padahal dalam hidup, kamu tidak bisa menahan hal seperti itu terjadi. Dunia tidak hanya berisi kamu, ada orang lain juga yang hidup berdampingan denganmu.

6. Kamu Suka Balas Dendam.

enjoykoreawith-blogspot-c8254d544dcf732df68395d1815d6a50-da3ef67c8819f1c1645f9b2bcb860fdb.jpgkdramalove.com

Karena kamu tidak cukup kuat untuk menerima rasa sakit, makanya kamu balas dendam. Sifat menunjukkan bahwa kamu tidak melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang negatif.

7. Kamu Tidak Punya Tanggung Jawab.

enjoykoreawith-blogspot-3-5ad9f2b8ddf1ebcbdb56f762cdcda03c-abffc4c21a50093762fd2d8b9861a415.jpgdramafever.com

Kamu suka menganggap enteng segala sesuatu dan suka menunda. Bagimu nanti saja adalah hal paten yang ada di kepalamu. Tanpa sadar kamu sudah menghambat pekerjaan orang lain.

Jika kamu merasa memiliki salah satu dari tanda di atas, maka kamu perlu berubah. Dunia ini keras dan kamu harus punya mental yang kuat untuk bisa menjalaninya. Kalau sedikit-sedikit sudah ngambek, kamu tidak akan mendapatkan hasil yang positif dalam hal apapun.

Advertisements

Percaya Gak, Orang Depresi Bisa Diidentifikasi dari Feed Instagramnya!

Terdengar mengada-ada, tapi sudah ada penelitiannya

Percaya Gak, Orang Depresi Bisa Diidentifikasi dari Feed Instagramnya!

Sejak kemunculannya di tahun 2010, platform media sosial berbasis visual, Instagram menjadi salah satu aplikasi masa kini yang meraup kesuksesan yang gak tanggung-tanggung. Jutaan orang tergabung di dalamnya, mengunggah foto, video dan beraktivitas seolah tanpa batas.

Meski terlihat seperti kegiatan ‘main-main’ yang menyenangkan dengan aset visual, nyatanya Instagram menjadi bahan penelitian yang menarik bagi para ahli. Salah satunya adalah penelitian yang menemukan bahwa Instagram dapat mengungkap tekanan mental dan depresi yang diidap seseorang dilihat dari feed-nya.

Dari feed Instagram, terkuaklah tekanan psikologis seseorang.

6b01d7ca45b46f3bc4ceaa14d08ec4a1-instagram-feeds-theme-layout-feed-instagram-ideas-inspiration-3f49720c12ee11e1ef75d8f1083381c5.jpgfashionlush.com

Studi yang dipublikasikan di EPJ Data Science, mengambil sampel 43,950 gambar dari 166 akun relawan yang diteliti. Kecerdasan buatan yang mengolah data, menemukan bahwa algoritma membaca postingan-postingan dengan warna cenderung biru, gelap dan abu-abu adalah warna-warna yang paling banyak digunakan oleh orang-orang yang cenderung depresi. Foto-foto seorang diri juga banyak muncul pada akun-akun orang yang sedang mengalami masalah psikologis.

Pilihan filter Instagram juga dapat mengungkap kondisi kejiwaan seseorang.

inkwell-97eb4424c5c01b9ece520ffd2215de02.jpgpexels.com

Menariknya, penelitian ini lebih lanjut juga menemukan kecenderungan pemakaian filter “Inkwell”, yaitu filter yang mengubah foto dan video Instagram menjadi warna hitam-putih, pada mereka yang depresi. Sementara, mereka yang kondisi kejiwaannya stabil, lebih menyukai filter “Valencia” yang cerah.

Uniknya, gak cuma filter aja yang bisa menjadi indikator kondisi kejiwaan seseorang. Orang yang sedang depresi biasanya mengunggah visual tentang galau dan kesedihan, yang justru mengundang banyak like dan komentar. Waduh!

Walaupun terdengar aneh karena mesin bisa mendiagnosis kita lebih baik daripada dokter, sebetulnya hal ini bukanlah hal yang mengherankan. Pada dasarnya, zaman sekarang, segala sesuatu dalam pribadi dan urusan personal, bisa tersimpan, terbaca dan terlihat nyata dari data-data dalam smartphone dan social medianya bukan? Seperti kata Chris Danforth, sang peneliti, “It knows a lot more about us tha we know about ourselves.”

Jangan Bilang Sudah Dewasa Kalau 14 Tanda Ini Tak Kamu Rasakan!

Umur hanya masalah angka, tapi tidak dengan kedewasaan

Jangan Bilang Sudah Dewasa Kalau 14 Tanda Ini Tak Kamu Rasakan!

Menjadi dewasa terkadang tidak ada hubungannya dengan usia. Faktanya, usia yang sudah tua tidak menjamin seseorang bisa bersikap dewasa, begitupun sebaliknya. Lalu seperti apa sih orang yang dewasa itu? Untuk mengecek apakah kamu sudah dewasa atau belum, beberapa tanda berikut ini bisa kamu simak!

1. Kamu sudah menyadari bahwa waktu sangat berharga.

woman-looking-watch-late-stock-today-160129-tease-8796a28a5c3058b4713ceac6ad2a1411-eed1ce572c12bcc2136be3f3af4046ed.jpgtoday.com

Pepatah time is money benar-benar telah kamu praktikkan. Kamu tidak lagi membuang-buang waktumu untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna.

2. Kamu telah mulai menyusun rencana untuk hidupmu nanti.

inspired-2015-02-couple-making-budget-main-1ab194bb2e595239fafe444b632944f3.jpgglamour.com

Kamu memiliki mimpi dan tujuan hidup yang ingin dicapai. Tidak hanya itu, kamu telah merancang cara-cara atau jalan yang akan kamu tempuh guna merealisasikan mimpi dan tujuanmu. Hidupmu tidak lagi seperti perahu yang terombang-ambing di lautan. Kamu telah menentukan pelabuhan tujuan serta memiliki peta untuk mencapainya.

3. Meskipun uang bukan segalanya, kamu sadar uang adalah komponen penting dalam hidup.

daniel-giovanni-ec53d0540741a6c9a7bbbb44db9c3d07.jpglatitudes.nu

Hidup memang bukan tentang uang. Tapi tanpa uang banyak hal yang tidak bisa kamu lakukan dalam hidup ini. Kamu telah menyadari hal ini. Kamu mulai bergerak mencari uang bagi dirimu tanpa harus minta terus ke orang tua. Pentingnya uang juga membuatmu lebih hemat, tidak lagi berbelanja sesuatu tanpa manfaat.

4. Kamu mampu hidup mandiri dan terpisah dari orang tua.

tumblr-kx48gpuzwt1qzcp6io1-1280-3f7c32d5ca07d8d3d957421550d6fade.jpgsilk.tumblr.com

Hidup sendiri, jauh dari orangtua adalah bukti dari kedewasaanmu. Kamu telah mampu mengendalikan dirimu sendiri. Kamu sudah tahu mana yang harus kamu lakukan dan mana yang tidak. Sederhananya, kamu sudah mampu bangun pagi tanpa harus dibangunkan oleh orang tuamu.

5. Kamu menyadari bahwa hidup itu penuh tantangan jadi kamu terus belajar mengembangkan kemampuanmu.

pexels-photo-92331-a8dcb86dbcf12aff3d7f9bbee08ff6e4.jpegpexels.com

Kemampuan pas-pasan hanya akan memberimu kehidupan yang pas-pasan pula. Kamu menyadari hal ini. Tanpa belajar mengembangkan hardskill dan softskill kamu akan kalah dengan kompetisi dunia kerja atau kompetisi usaha. Kamu telah menyisihkan waktumu untuk terus belajar agar dirimu memiliki nilai yang cukup tinggi di mata orang lain.

6. Hujan emas itu tidak ada, hidupmu tidak akan berubah jika kamu tidak bekerja keras mengubahnya.

img-3792-1-578dd125554fe5b28b6fbd2d7e27c21f.jpgsprudge.com

Tidur sepanjang hari, bermalas-malasan dengan mengurung diri di kamar tidak lagi kamu lakukan. Bekerja keras sudah menjadi keharusan bagimu. Jika kamu menginginkan sesuatu, kamu akan berusaha mewujudkannya dengan kemampuanmu.

7. Jika kamu salah, kamu tidak ragu untuk meminta maaf terlebih dahulu.

dsc09781-681c8f9c6a105dfa606a3895778be070.jpgcabincrewafterwork.com

Kamu mungkin pernah menyakiti seseorang. Dan sebaliknya, kamu juga mungkin pernah disakiti oleh orang. Kamu yang dewasa tidak lagi bersikap kekanak-kanakan. Kamu sadar semua orang termasuk dirimu bisa melakukan kesalahan pada orang lain. Jika kamu salah, kamu tidak ragu untuk meminta maaf terlebih dahulu. Begitu pula, kamu tidak butuh waktu lama memberi maaf pada orang lain.

8. Kamu tahu kapan harus marah dan kapan harus menahan diri.

anger-in-the-workplace-men-vs-women-unequal-rage-knowledge-standard-5cfd61406e13f4c750bf9d99e4f34a80.jpghec.edu

Kemampuan membaca situasi telah kamu kuasai, kamu tahu kapan dan di mana kamu bisa memarahi seseorang. Jika situasi tidak memungkinkan, kamu mampu mengendalikan dirimu sendiri, lalu mengutarakan keluh kesah di lain kesempatan.

9. Setelah pencarian panjang, kamu menemukan passion-mu.

chloe-grace-moretz-2015-wallpaper-4-7093e1d208702bdda23395c3e9bfea10.jpgnotyetrated.net

Passion adalah sesuatu hal yang kamu lakukan dengan gembira. Pencarian passionbagi setiap orang memakan waktu yang berbeda-beda. Dan kamu telah melewati fase ini. Kamu mampu menemukan siapa dirimu dan apa yang kamu sukai.

10. Kamu bukan lagi bocah yang bisa dibujuk sana-sini, sekarang kamu punya prinsipmu sendiri.

photo-1418874586588-88661ed80c4a-d1a7f4398d6d25fb25cfa85b18880004.jpgunsplash.com

Kamu tidak lagi termakan omongan temanmu dengan mudah. Kamu punya prinsipmu sendiri dan tegas melaksanakannya. Semua hal yang kamu lakukan bukan lagi karena orang lain, tapi karena memang sesuai dengan prinsip yang kamu anut.

11. Kamu mampu mengurangi beban hidup orang tuamu dan justru mampu mengulurkan bantuan pada mereka.

157337-g-9ef4247b0283ef43383a544ac26bd0d6.jpgretrofm.hu

Kamu sudah sadar bahwa menjadi orangtua tidaklah mudah. Ada banyak kepala yang harus mereka tanggung. Kamu yang dewasa sudah mulai berpikir dan bertindak untuk membantu meringankan beban orangtua seperti mengejar beasiswa demi mengurangi biaya kuliah atau bekerja paruh waktu.

12. Hidupmu adalah milikmu, kamulah yang memutuskan arah hidupmu.

buckaroo-rob-2-f402765a0e4f44d4f39f5e7a5911be46.jpgindonesiaful.com

Keputusanmu atas sesuatu berasal darimu. Kamu tidak lagi takut membuat keputusan, tidak lagi menyerahkan keputusan yang terkait hidupmu pada orangtuamu. Pada orangtua, yang kamu cari hanyalah pendapat dan persetujuan atas keputusanmu.

13. Bagimu, pacaran itu bukan main-main perasaan tapi merupakan proses awal menuju pernikahan.

d23b0ebe-6636-42f2-95d1-ff4dcce42b8a-e24b04adc4eee0dbd09049c815fa4f24.jpgonethreeonefour.com

Kamu sudah keluar dari siklus pacaran lalu putus. Hubungan cinta sekarang memiliki arti yang sangat dalam. Pacaran menjadi wadah menuju jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan. Karena itu kamu tidak lagi main-main dalam menjalani hubungan dengan dia yang kamu kasihi.

14. Dan yang paling penting, kamu tidak alay dan berlebihan.

alay-dhasyat-7b98981d269c87487c3c8d2693950a73.jpgtempo.co

Kamu tidak lagi menjalani hidup demi menarik perhatian banyak orang. Hidup gaya alay dan berlebihan sudah kamu tinggalkan.

Menjadi dewasa adalah suatu masa dimana kamu telah menjadi pribadi yang mampu memberi kontribusi positif bagi dirimu, orang-orang di sekitarmu dan lingkungan dimana kamu berada.

Nah, apakah kamu sudah memiliki beberapa diantara tanda-tanda tersebut? 

Kamu Introvert atau Anti Sosial? Kenali 7 Perbedaannya

Jangan salah sebut, ya…

Kamu Introvert atau Anti Sosial? Kenali 7 Perbedaannya

Banyak orang yang mengartikan introvert adalah anti sosial dan sebaliknya. Padahal dua hal tersebut adalah dua hal yang berbeda. Introvert sangat berbeda dengan anti sosial dan sebaliknya. Sebaiknya kamu mengenali perbedaannya dan mencari tahu apakah kamu itu memang introvert atau anti sosial.

Di bawah ini adalah 7 perbedaan antara intriovert dan anti sosial. Jangan sampai kamu salah paham mengira kamu adalah introvert padahal sebenarnya ansos. Menjadi ansos bukanlah hal yang baik sehingga kamu harus menghindarinya.

1. Introvert lebih nyaman sendiri tapi sanggup memiliki hubungan baik dengan orang lain sedangkan ansos tidak mampu berhubungan dengan orang lain dalam cara yang sehat.

samuel-edwards-371164-fe923defbb06a586e48f68e8f8d92127.jpgPhoto by Samuel Edwards on Unsplash

Introvert hanya suka melakukan semua hal sendiri, lebih nyaman dengan sepi daripada ramai. Tapi, dia sanggup menjalin hubungan yang sangat baik dengan orang lain. Dia tidak menutup dirinya untuk berkenalan dengan orang baru. Berbeda dengan ansos yang tidak bisa memiliki hubungan dengan orang lain dengan cara yang sehat. Dia memiliki masalah dengan dirinya sendiri.

2. Introvert adalah kepribadian sedangkan ansos adalah masalah kesehatan mental.

mag-pole-105542-10e54563fb65c95b9d5a953ea0b5bdba.jpgPhoto by Mag Pole on Unsplash

Anti sosial hampir sama dengan psikopat. Dia suka memanipulasi, mempengaruhi, membenci dan menolak segala sesuatu yang baik. Ansos melihat segala hal secara negatif. Beda dengan introvert yang adalah kepribadian yang tertutup. Introvert hanya sosok yang tertutup, bukan sosok yang membenci orang lain.

3. Orang ansos bisa jadi sangat ekstrovert dan terbuka sedangkan introvert tidak bisa menjadi ekstrovert.

mvp-74436-b241700ee840fc71a9d409eb5329b17b.jpgPhoto by mvp on Unsplash

Jangan mengira bahwa ansos itu pasti tidak suka berkumpul dengan orang lain, ansos juga bisa menjadi ekstrovert dan sangat terbuka jika dia mau. Biasanya, dia menjadi seperti itu dengan alasan tertentu dan dengan alasan yang negatif. Sedangkan introvert jelas tidak bisa menjadi ekstrovert karena mereka adalah kepribadian yang berbeda.

4. Introvert menikmati hubungan dengan orang yang dekat dengannya, sedangkan ansos tidak punya rasa empati.

thomas-griesbeck-139117-695639799f8d2bc6d9beb74fac1ad766.jpgPhoto by Thomas Griesbeck on Unsplash

Introvert punya rasa empati. Dia juga menikmati hubungannya dengan orang yang dekat dengannya dan merasa peduli tentang perasaan orang lain. Sedangkan ansos tidak peduli tentang perasaan orang lain. Orang yang ansos adalah orang yang egois, yang hanya peduli dengan dirinya sendiri.

5. Introvert tidak perlu disembuhkan atau diubah sedangkan ansoso butuh diubah. 

igor-cancarevic-80867-ed181742caee46adc9bc54c14812b21c.jpgunsplash.com

Introvert tidak perlu diubah. Itu adalah kepribadian yang positif dan tidak apa-apa jika orang memiliki kepribadian sebagai seorang introvert. Sedangkan ansos itu penyakit yang perlu disembuhkan. Anti sosial butuh diubah karena kalau tidak dia akan menyakiti orang lain dan dirinya sendiri.

6. Introvert bisa ramah dengan siapa saja sedangkan ansos menganggap semua orang adalah musuh.

omar-lopez-242678-dc82949613e5d1d59b875f7d026d879e.jpgPhoto by Omar Lopez on Unsplash

Walau tertutup, Introvert bisa ramah dengan siapa saja. Berbeda dengan anti sosial yang menganggap semua orang itu musuhnya, dia tidak bisa percaya dengan orang lain dan menganggap semua orang punya maksud jahat padanya.

7. Introvert menghabiskan waktu dengan melakukan apa yang dia suka sedangkan ansos menghabiskan waktunya untuk berpikir bagaimana caranya memanipulasi orang lain.

samuel-castro-71639-bc846ed0a2e45550559e76202034b60e.jpgPhoto by Samuel Castro on Unsplash

Introvert walau suka menyendiri akan melakukan hal-hal yang dia suka sendirian, bukan memikirkan orang lain dan menyusun rencana untuk memanipulasi orang lain seperti yang ansos lakukan. Karena orang yang anti sosial memiliki masalah dengan dirinya sendiri, makanya dia ingin membuat masalah dengan orang lain juga.

Semua hal di atas adalah pembeda antara anti sosial dan introvert. Jangan sampai kamu salah paham dan menyamakan keduanya. Introvert adalah kepribadian yang positif dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika kamu memiliki kepribadian tersebut. Berbeda dengan ansos yang negatif dan butuh diubah.

Manfaat mengkonsumsi petai

Bagi Anda yang doyan makan petai jangan malu, justru Anda harus berbangga karena memiliki 10 manfaat kesehatan yang satu ini:

Petai atau pete merupakan makanan yang kaya serat. Dengan memakannya, ini akan menurunkan kadar Low Density Lipoprotein (LDL) atau biasa disebut kolesterol jahat dalam tubuh. (Foto: Thinkstock) 

Dalam setengah cangkir petai terdapat 224 mg kalium yang berperan dalam kontraksi dan relaksasi otot. (Foto: thinkstock) 

Dr K.W. Ng dari Institute for Medical Research Kuala Lumpur menyarankan untuk memakan kacang-kacangan seperti petai, kacang panjang, dan kacang Prancis karena mengandung asam lemak omega 3 dan 6 yang baik untuk kesehatan jantung. (Foto: thinkstock) 

Dikutip dari Jewel Pie, Sabtu (16/9/2017), memakan petai bisa membantu menurunkan kebiasaan merokok. Kandungan kalium, magnesium, serta vitamin B6 dan B12 yang ada di dalamnya, membantu tubuh Anda untuk menyurutkan efek nikotin yang buat perokok ketagihan. (Foto: thinkstock) 

Petai mengandung tryptophan atau sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin. Serotonin adalah hormon yang memunculkan rasa nyaman dan senang. Sehingga menurut studi dari MIND Research Institute, petai bisa membantu orang mengatasi depresi. (Foto: ilustrasi/thinkstock) 

Jangan terkejut, tapi petai ternyata juga mengandung kadar vitamin c yang tinggi. Setengah cangkirnya mengandung 20 mg vitamin c yang mana bisa diartikan sudah memenuhi hampir 50 persen kebutuhan dalam satu hari. (Foto: thinkstock)

Kurang konsentrasi biasanya karena kurang oksigen yang masuk ke dalam otak. Mengasup porsi setengah cangkir petai setara dengan 2 mg zat besi yang berperan dalam membentuk sel darah merah pembawa oksigen yang sehat. (Foto: thinkstock) 

Uniknya, petai pun mengandung kalsium. Dari separuh cangkir petai ditemukan 75 mg kalsium yang baik dalam menguatkan tulang. (Foto: iStock) 

Studi 2008 oleh University College of Medical Sciences, Malaysia, menunjukkan ekstrak klorofor dari petai menghasilkan penurunan kadar glukosa darah. (Foto: ilustrasi/thinkstock)

Masih tidak tertarik mengonsumsi? Ada satu lagi manfaat petai yakni sebagai sumber antioksidan yang baik untuk tubuh. (Foto: Dikhy Sasra)

Sumber

7 Perilaku Orang Tua yang Ternyata Bisa Menghambat Kesuksesan Anak 

Biarkan anak kenal risiko

7 Perilaku Orang Tua yang Ternyata Bisa Menghambat Kesuksesan Anak 

Pakar kepemimpinan dan penulis buku psikologi Dr Tim Elmore, beberapa waktu lalu melakukan penelitian terhadap perilaku orang tua yang ternyata berpengaruh terhadap kesuksesan anak. Ia menemukan beberapa fakta, di antaranya perilaku yang kerap dilakukan orang tua selama ini rupanya keliru dan membatasi peluang anak meraih kesuksesannya. Apa saja? 

1. Orang tua tidak rela membiarkan anak menerima risiko atas perbuatannya. 

anak-664f415248df0b754abca860cb4eb5e9.jpglevininjuryfirm.com

Melindungi anak dari segala bahaya memang jadi tugas utama orang tua. Namun, kalau ternyata yang diperoleh anak bukan perlindungan, api isolasi yang berlebihan, hal itu akan merugikan. Psikolog di Eropa mengemukakan, jika anak tidak dibiarkan bermain di luar dan tidak pernah diizinkan bergaul dengan teman-temannya, lari-larian di taman, dan sesekali terluka karena jatuh, mereka akan takut menghadapi kedewasaan.

Anak-anak perlu jatuh beberapa kali. Itu normal agar ia terbiasa menghadapi kesakitan kala dewasa nanti. Di masa depan nanti, masalah yang dihadapi tak sekadar jatuh di tanah, tapi banyak hal. Jika orang tua tidak membiarkan anak menerima risiko, dia mungkin akan mengalami ketergantungan terhadap orang tua dan jadi pribadi yang tak percaya diri. 

2. Orang tua memberikan bantuan kepada anak terlalu cepat. 

family-set-t-shirt-and-dresses-matching-mother-and-father-and-son-2015-summer-fashion-stripe-0e3579d05451d21f4e23621ec4d8c387.jpgaliexpress.com

Simpel saja contohnya: membuatkan anak prakarya yang menjadi tugas sekolah. Alasannya karena si anak tak bisa menganyam atau membuat kerajinan lainnya. Hal itu bakal memberikan efek yang buruk. Orang tua seharusnya tak boleh membantu anak seinstan ini.

Ketika orang tua “menyelamatkan” mereka terlalu cepat, mereka tak akan terbiasa memecahkan masalahnya sendiri. Dengan mental seperti ini, mereka tidak akan siap menjadi pemimpin kapan pun karena inisiatif untuk memecahkan persoalan sudah tumpul duluan. Dia juga akan terus meminta orang tua untuk mengurus dan memecahkan segala masalah yang dihadapi. 

3. Orang tua terlalu gampang memuji anak dan membangga-banggakannya secara berlebihan. 

ort3-5f3e92981d71280e66f3f6eaa95b2a8f.jpgtumblr.com

Anak mungkin akan percaya diri, tapi lama-kelamaan, ketika dewasa, mereka akan meragukan objektivitas ibu dan ayahnya dalam memberikan penilaian terhadapnya. Anak akan menganggap orang tua memberikan pujian lantaran dia anaknya, bukan karena prestasinya. Anak juga menjadi tidak bisa dikritik oleh orang lain. Yang paling parah, dia akan kecanduan menerima sanjungan. Kalau melakukan kesalahan sedikit saja dia tidak mau mengakui. Untuk menutupi, berbohong pun dilakoni.  

4. Orang tua selalu mengiming-imingi anak dengan imbalan materi. 

ort4-1d44803fbfdd165bec35fb2f1155d273.jpgid.pinterest.com

Dengan begini, anak akan terbentuk menjadi pribadi yang materialistis. Sedikit-sedikit, ia akan meminta imbalan untuk apa pun yang dilakukannya. Hal ini membuat anak menjadi kehilangan rasa bersalahnya kalau ia tidak bisa meraih prestasi atau memenuhi permintaan orang tua. Sebab, ia punya prinsip: “Kalau tak bisa melewati tantangan atau melakukan hal yang diinginkan orang tua, konsekuensinya hanya tak diberi hadiah atau imbalan.

5. Orang tua menutupi kesalahan masa lalu mereka dari anak-anaknya. 

ort5-da7a981858e2185cd5c54f28b71d50da.jpgmarshmary.com

Kalau sebagai orang tua kamu pernah terpuruk, misalnya kecanduan alkohol atau pernah mengonsumsi narkoba, sampaikanlah hal itu kepada anak. Mereka akan belajar dari kesalahan masa lalu orang tuanya. Kalau orang tua justru menutup-nutupinya, kemungkinan anak tidak punya sarana belajar dan akan terjerumus ke kenakalan yang sama dengan orang tuanya dari pergaulannya.

Dengan menceritakan kesalahan masa lalu, anak justru akan belajar dari pelakunya langsung. Mereka juga akan mendengarkan bagaimana sulitnya orang tua menghadapi masa lalu yang bisa dibilang suram itu. Dengan ini, tak perlu khawatir memberi pengaruh buruk terhadap anak.  

6. Orang tua mengira kecerdasan digunakan sebagai pengukur tingkat kematangan anak. 

ort6-10d96d222bbe4afced1c41762d52edf5.jpgkidsindisney.tumblr.com/

Kecerdasan sering digunakan orang tua untuk mengukur tingkat kematangan anaknya. Ia pikir, kalau anaknya cerdas, berarti dia bisa melakukan apa pun. Padahal hal itu keliru. Bukan berarti karena si anak tingkat kecerdasannya melampaui teman-temannya, lalu ia bebas melakukan apa pun. Bukan juga berarti kalau anaknya tingkat kecerdasannya kurang lalu ia dikekang meraih kemerdekaannya untuk menerima tanggung jawab. 

7. Orang tua tidak mempraktikkan apa yang telah diajarkannya. 

ort7-adad7b520b5351a18cffc3b5039ab444.jpgbel-ami.ro

Sebagai orang tua, kita tentu ingin memberikan model kehidupan yang baik bagi anak. Tapi, kalau hal itu cuma sekadar teori tanpa praktik, hasilnya akan nol. Lebih baik tak usah mengungkapkannya secara teoretis, tapi melalui praktik-praktik yang akan langsung ditiru oleh anak. Misalnya mengajari buang sampah di tempatnya, tak perlu diberi tahu secara verbal, cukup praktikkan di kehidupan nyata. Anak akan melihat dan mencontohnya. Kalau orang tua memberi tahu, tapi tak dipraktikkan, si anak bakal membelot dan melakukan apa yang juga dilakukan orang tuanya, hanya berbicara tanpa realisasi. 

Ternyata rumit ya jadi orang tua. Apa kalian sudah siap?

Jangan Bahas Kebhinekaan Kalau Kamu Masih Lakukan 7 Hal Ini

Yuk, introspeksi diri!

Jangan Bahas Kebhinekaan Kalau Kamu Masih Lakukan 7 Hal Ini

Sekarang ini kita patut waspada. Pasalnya, banyak orang merasa suci dan berhak menghukum orang lain dengan berperan sebagai Tuhan. Bahkan, banyak kaum yang seringnya dipanggil dengan sebutan ‘bumi datar’ karena merasa nusantara berbhineka ini hanya berisi dengan golongan mereka saja. 

Padahal Indonesia punya banyak keberagaman suku, budaya, dan agama yang patut dihargai. Yuk, introspeksi diri! Siapa tahu beberapa sifat ini tanpa sadar masih kamu miliki!

1. Merasa pendapat sendiri paling benar dan gak mau melihat dari sudut pandang orang lain.

drew-barrymore-and-christina-applegate-in-going-the-distance-2010-large-picture-0d8b35cc47cba61ac57165be26457b35.jpgmovpins.com

Kamu merasa pendapatmu yang paling benar dan pendapat orang lain jelas salah. Misalnya saja nih kamu merasa agamamu sendiri yang benar sementara keyakinan lain itu salah dan gak patut dihargai. Bahkan, kamu juga gak mencoba untuk memahami orang lain dengan melihat dari sisi mereka. Hati-hati, sikap satu ini sama dengan kaum bumi datar yang merasa dirinya paling suci dan tak tercela.

2. Merasa tersinggung tiap ada orang yang mengoreksimu.

637960-8f73b358cfca14004ed42d32c3608a52.jpgwall.alphacoders.com

Sikap ini masih berkaitan dengan poin sebelumnya. Merasa paling benar, kamu tersinggung kalau ada orang lain yang memberi masukan. Padahal, masukan dan kritikan membangun tentu baik didengarkan demi membuat diri sendiri jadi lebih baik lagi. Kalau kamu gak tahan dengan koreksi dan mudah tersinggung, jangan heran kalau kamu sudah masuk ke jajaran kaum bumi datar yang berpikiran sempit.

3. Kamu melihat orang lain dari kelas, suku, atau agamanya.

indonesia-small1-09a3e79efc4de3cd89f5f9f5a9c9845a.jpgblog.adidas-group.com

Kamu melihat orang lain bukan sebagai sesama manusia yang setara. Kamu masih mengotak-ngotakkan mereka berdasarkan kelas sosial, suku, bahkan agamanya. Bisa dibilang ini sikap rendahan karena kamu gak bisa melihat seseorang sebagai sesama manusia yang sederajat denganmu.

4. Kamu merasa lebih superior daripada orang lain.

before-i-fall-publicity-still-4-h-2016-1c8f70c23f6a7a5876ef4527784baf3a.jpghollywoodreporter.com

Merasa lebih superior bisa jadi ciri utama kaum bumi datar. Kamu merasa lebih pintar, lebih jago, atau bahkan lebih kaya. Hati-hati sifat sesumbar ini bisa membuatmu celaka di kemudian hari. Kamu perlu ingat bahwa di atasmu masih banyak orang yang ‘lebih’ lagi.

5. Mudah menghakimi orang lain.

1200-4218beebdd3bf01dfe15f3ed5831a55c.jpgavclub.com

Terbiasa menilai orang lain dari luarnya tanpa tahu apa yang pernah terjadi pada mereka adalah sikap bumi datar sejati. Kamu terbiasa langsung menilai apa yang ditangkap matamu tanpa menganalisanya lebih jauh. Honestly, kamu gak ada bedanya dengan kaum bumi datar yang hobi mengkafirkan orang lain.

6. Menggeneralisir orang lain dengan stereotype.

goingthedistance-mv-24-9da385a124810e8b0d8388eeb7eff08f.jpgfandango.com

“Wah orang cina ya? Pantes pelit!”

“Wah orang batak ya? Pantes galak!”

“Wah orang Jawa ya? Pantes lamban!”

Sering mendengar ujaran ini? Atau bahkan kamu masih sering melontarkannya? Ungkapan yang sudah dianggap ‘biasa’ ini sebenarnya bermain dengan stereotype. Tanpa sadar kamu menggeneralisir orang lain berdasarkan golongan dan itu bukan sikap terpuji. Ini sama saja dengan sikap picik yang menganggap semua orang sama sesuai dengan golongan mereka.

7. Merasa risih dengan keberadaan orang yang berbeda denganmu.

142020-945x532-08325f660a346e32b7849d231dc55b9e.jpgtomatazos.com

Setiap orang berhak memiliki pilihan dalam hidupnya. Jika kamu risih dan merasa mereka lebih berdosa dari pada kamu karena mereka mengambil jalan hidup yang berbeda, berarti kamu sudah sah jadi kaum bumi datar. Kamu sudah bermain sebagai Tuhan dan melabeli siapa yang berdosa dan yang tidak.

Hayo, jadi ada berapa hal yang masih sering kamu lakukan?