Percaya Gak, Orang Depresi Bisa Diidentifikasi dari Feed Instagramnya!

Terdengar mengada-ada, tapi sudah ada penelitiannya

Percaya Gak, Orang Depresi Bisa Diidentifikasi dari Feed Instagramnya!

Sejak kemunculannya di tahun 2010, platform media sosial berbasis visual, Instagram menjadi salah satu aplikasi masa kini yang meraup kesuksesan yang gak tanggung-tanggung. Jutaan orang tergabung di dalamnya, mengunggah foto, video dan beraktivitas seolah tanpa batas.

Meski terlihat seperti kegiatan ‘main-main’ yang menyenangkan dengan aset visual, nyatanya Instagram menjadi bahan penelitian yang menarik bagi para ahli. Salah satunya adalah penelitian yang menemukan bahwa Instagram dapat mengungkap tekanan mental dan depresi yang diidap seseorang dilihat dari feed-nya.

Dari feed Instagram, terkuaklah tekanan psikologis seseorang.

6b01d7ca45b46f3bc4ceaa14d08ec4a1-instagram-feeds-theme-layout-feed-instagram-ideas-inspiration-3f49720c12ee11e1ef75d8f1083381c5.jpgfashionlush.com

Studi yang dipublikasikan di EPJ Data Science, mengambil sampel 43,950 gambar dari 166 akun relawan yang diteliti. Kecerdasan buatan yang mengolah data, menemukan bahwa algoritma membaca postingan-postingan dengan warna cenderung biru, gelap dan abu-abu adalah warna-warna yang paling banyak digunakan oleh orang-orang yang cenderung depresi. Foto-foto seorang diri juga banyak muncul pada akun-akun orang yang sedang mengalami masalah psikologis.

Pilihan filter Instagram juga dapat mengungkap kondisi kejiwaan seseorang.

inkwell-97eb4424c5c01b9ece520ffd2215de02.jpgpexels.com

Menariknya, penelitian ini lebih lanjut juga menemukan kecenderungan pemakaian filter “Inkwell”, yaitu filter yang mengubah foto dan video Instagram menjadi warna hitam-putih, pada mereka yang depresi. Sementara, mereka yang kondisi kejiwaannya stabil, lebih menyukai filter “Valencia” yang cerah.

Uniknya, gak cuma filter aja yang bisa menjadi indikator kondisi kejiwaan seseorang. Orang yang sedang depresi biasanya mengunggah visual tentang galau dan kesedihan, yang justru mengundang banyak like dan komentar. Waduh!

Walaupun terdengar aneh karena mesin bisa mendiagnosis kita lebih baik daripada dokter, sebetulnya hal ini bukanlah hal yang mengherankan. Pada dasarnya, zaman sekarang, segala sesuatu dalam pribadi dan urusan personal, bisa tersimpan, terbaca dan terlihat nyata dari data-data dalam smartphone dan social medianya bukan? Seperti kata Chris Danforth, sang peneliti, “It knows a lot more about us tha we know about ourselves.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s